Senin, 07 Juli 2014

PENGALAMAN SAYA MENGAMBIL SIM


Di DKI Jakarta seperti kita ketahui ada jalan yang mempunyai 3 jalur yaitu jalur cepat, jalur lambat, dan jalur busway. Dan sepeda motor dilarang melalui jalur cepat kecuali berputar arah juga jalur busway. sedangkan mobil dilarang melalui jalur busway tapi diperbolehkan menuju jalur lambat. Oh iya perkenalkan nama saya DWI ARYANTO saya asli Jakarta saya akan berbagi pengalaman saya sedikit.

Ceritanya saya mengendarai sepeda motor di daerah cempaka putih dan motor saya melalui jalur cepat saya santai seperti merasa tidak bersalah, mungkin karena waktu itu belum tahu. Tiba-tiba ada sekelompok polisi lalu lintas sedang melakukan razia jalur, nah saya diberhentikan oleh salah satu polisi dan saya berhenti.

Polisi : Selamat siang pak!
Saya : Siang! Kenapa saya diberhentikan pak? ( Kebingungan )
Polisi : Anda melanggar jalur, motor tidak boleh masuk jalur cepat
Saya : Wah saya tidak tahu pak, damai boleh  ? ( saya tes polisinya dengan uang )
Ternyata sang polisi orang yang jujur jarang saya temui selama saya berurusan dengan polisi.
Polisi : ( Sambil menuliskan surat tilang dan menyerahkan kepada saya ) Ini silahkan dibayar di Bank BRI atau ke Pengadilan Jakarta Utara hari Jumat minggu depan.

Lalu saya pergi dengan apes sembari memikirkan sim c saya yang ditahan dan diganti dengan slip tilang warna merah.
setelah hari Jumat tiba saya pergi pagi-pagi ke Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk menghadiri sidang tilang di PN Jakarta Utara Jl. R.E. Martadinata No. 4 ( Ancol Selatan ) Sunter Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Saya naik motor kesana, saat baru mau masuk gerbang pengadilan, saya sudah dihampiri banyak calo ( dalam keadaan naik motor ) dan saya disuruh oleh calo tersebut parkir diluar gedung untuk dibantu. Kebetulan saya saat itu belum mengenal lingkungan PN  maka saya menuruti dan saya parkir diluar gedung tapi saya menemukan petunjuk  parkir didalam dan saya tahu ternyata motor bisa diparkir didalam lalu saya kembali ke motor saya dan saya dengan tegas pada para calo bahwa saya ingin mengurus sendiri. Tapi banyak juga calo yang memaksa dan saya tidak hiraukan. Maka saya gas motor saya seakan-akan saya mau pergi dan putar balik jalan lalu masuk ke gerbang PN. Calo mulai menawari saya lagi dan ada seorang calo bilang kepada temannya bahwa saya adalah orang yang tadi menolak bantuan mereka dengan lagak kasar.

Saya masuk ke PN lalu terlihat banyak orang ingin mengurus tilang juga dan ada kertas putih ditempel diluar tembok PN ada sekitar ribuan nama, lalu saya mencari nama saya dansaya foto/catat nomor saya. Lalu saya mendaftar untuk sidang tilang dengan menyerahkan nomor yang tadi saya catat. Lalu di ruang pengadilan satu-persatu dipanggil kira-kira 6-7 orang satu bangku sidang. Beberapa menit kemudian nama saya dipanggil oleh pembantu hakim. Proses berlangsung cepat.

Hakim : Kesalahan kamu apa?
Saya : Masuk jalur cepat.
Hakim : Lalu?
Saya : Itu aja pak!
Hakim : Oke jangan diulangi lagi ya!

Lalu saya digiring ke ruangan selanjutnya untuk membayar denda Rp. 45.000,-
Saya merasa puas bila bandingkan dengan membayar uang damai masuk perut oknum polisi, juga calo. Lebih baik membayar denda atau pajak untuk negara kita. Dan jangan takut bila diancam polisi denda maksimal atau alasan calo yang membuat pikiran kita seakan-akan ribet.

Tapi kalo anda merasa waktu anda sangat berharga dan mempunyai kocek lebih mintalah SLIP TILANG BIRU pada polisi yang artinya anda mengakui kesalahan anda dan siap membayar denda maksimal. Maka anda disuruh membayar denda ke nomor rekening negara di Bank BRI lalu kembali ke pos polisi atau polsek terdekat dengan menyerahkan slip bukti transfer dan sim anda kembali.
Mau tau berapa waktu dan biaya pengambilan SIM C saya?
Waktunya sekitar 30 menit kalau lebih pagi mungkin bisa hanya 10 menit.

Biaya :

Denda tilang masuk jalur cepat : Rp.45.000,- ( PN Jakarta Utara )                              
Parkir PN : Rp. 2000,-  
Total : Rp. 47.000,-
lalu apa kerugiannya?
Lelah? Ada sedikit

tapi yang parah SIM SAYA DIBOLONGI!
Sim dibolongi adalah tanda pelanggaran, jika bolongan sim terlalu banyak, hati-hati sim anda bisa dicabut.

terimakasih buat para pembaca... :)

Minggu, 29 Juni 2014

kepemimpinan




assalamualaikum warrahmatuallahi wabbarakatuh. Yang terhormat semua pembaca yang saya hormati. pertama-tama saya panjatakan puji syukur ke hadirat ALLAH swt karena telah memberikan nikma sehat untuk kita semua, disini saya akan melampirkan sebuah teori.




Kepemimpinan atau leadership merupakan ilmu terapan dari ilmu-ilmu social, sebab prinsip-prinsip dan rumusannya diharapkan dapat mendatangkan manfaat bagi kesejahteraan manusia (Moejiono, 2002). Ada banyak pengertian yang dikemukakan oleh para pakar menurut sudut pandang masing-masing, definisi-definisi tersebut menunjukkan adanya beberapa kesamaan.


Menurut Tead; Terry; Hoyt (dalam Kartono, 2003) Pengertian Kepemimpinan yaitu kegiatan atau seni mempengaruhi orang lain agar mau bekerjasama yang didasarkan pada kemampuan orang tersebut untuk membimbing orang lain dalam mencapai tujuan-tujuan yang diinginkan kelompok.

 Tipe – tipe kepemimpinan :

1. Tipe Otokratik

Dilihat dari persepsinya seorang pemimpin yang otokratik adalah seorng yang
sangat egois. Seorang pemimpin yang otoriter akan menunjuukkan sikap yang
menonjol ”keakuannya”, antara lain dalam bentuk:


• Kecenderungan memperlakukan para bawahannya sama dengan alat-alat
lain ddalam organisasi, seperti mesin, dan dengan demikian kurang
menghargai harkat dan martabat mereka.

• Pengutamaan orientasi terhadap pelaksanaan dan penyelesaian tugas tanpa
mengaitkan pelaksanaan tugas itu dengan kepentingan dan kebutuhan para
bawahannya.

• Pengabaian peran para bawahan dalam proses pemgambilan keputusan.
Gaya kepemimpinan yang dipergunakan adalah:

• Menuntut ketaatan penuh dari bawahannya.

• Dalam menegakkan disiplin menunjukkan keakuannya. 



2. Tipe Paternalistik

Tipe pemimpin paternalistik hanya terdapat dilingkungan masyarakat yang

bersifat tradisional, umumnya dimasyarakat agraris. Salah satu ciri utama

masyarakat tradisional ialah rasa hormat yang tinggi yang ditujukan oleh para

anggota masyarakat kepada orang tua atau seseorang yang dituakan. Pemimpin

seperti ini kebapakan, sebagai tauladan atau panutan masyarakat. Biasanya tokoh-
tokoh adat, para ulama dan guru. Pemimpin ini sangat mengembangkan sikap
kebersamaan.

3. Tipe Kharismatik
Tidak banyak hal yang dapat disimak dari literatur yang ada tentang kriteria
kepemimpinan yang kharismatik.

 Memang ada karakteristiknya yang khas yaitu
daya tariknya yang sangat memikat sehingga mampu memperoleh pengikut yang
jumlahnya kadang-kadang sangat besar.

 Tegasnya seorang pemimpin yang
kharisnatik adalah seseorang yang dikagumi oleh banyak pengikut meskipun para
pengikut tersebut tidk selalu dapat menjelaskan secara konkret mengapa orang
tersebut dikagumi.

4. Tipe Laissez Faire


Pemimpin ini berpandangan bahwa umumnya organisasi akan berjalan lancar
dengan sendirinya karena para anggota organisasi terdiri ari orang-orang yang
sudah dewasa yang mengetahui apa yang menjadi tujuan organisasi, sasaran-
sasaran apa yang ingin dicapai, tugas yang harus ditunaikan oleh masing-masing
anggota dan pemimpin tidak terlalu sering intervensi.

5. Tipe Demokratis

a. Pemimpin yang demokratik biasanya memandang peranannya selaku
koordinator dan integrator dari berbagai unsur dan komponen organisasi.

b.   Menyadari bahwa mau tidak mau organisasi harus disusun sedemikian rupa
sehingga menggambarkan secara jelas aneka ragam tugas dan kegiatan yang tidak
bisa tidak harus dilakukan demi tercapainya tujuan.

c.   Melihat kecenderungan adanya pembagian peranan sesuai dengan tingkatnya.

d.   Memperlakukan manusia dengan cara yang manusiawi dan menjunjung harkat
dan martabat manusia.



contoh seorang pemimpin dalam keluarga saya adalah kaka saya. Kaka saya termasuk ke tipe otokratik karena tipe ini menunjukan seorang pemimpin yang egois yang memperlakukan bawahan seperti alat-alat. Contohnya kaka saya dia adalah seorang pemimpin dari kelima ade-adenya termasuk saya  dalam memimpin dia sangat egois sangat mementingkan kepuasanya sendri dan menganggap saya dan ade-ade saya sebagai alat yang hanya disuruh-suruh, namun kaka saya adalah seorang yang disiplin karena dia bertanggung jawab menjaga dan melindungi ade-adenya.
Dari situlah saya menganggap kaka saya sebagai pemimpin dalam keluarga saya.

Demikian yang dapat saya paparkan mengenai  ini , tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahanya. kurang dan lebihnya saya ucapkan terimakasih wabilahitaufik walidayah wasalammualaikum warrahmatuallahi wabbarakatu.

Sumber :


Senin, 26 Mei 2014

KONFLIK


Konflik berasal dari kata kerja Latin configere yang berarti saling memukul. Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.

JENIS-JENIS KONFLIK

Ada lima jenis konflik dalam kehidupan organisasi :

1. Konflik dalam diri individu
Konflik terjadi bila pada waktu yang sama seseorang memiliki dua keinginan yang tidak mungkin dipenuhi sekaligus.

2. Konflik antar individu dalam organisasi yang sama karena
pertentengan kepentingan atau keinginan. Hal ini sering terjadi antara dua orang yang berbeda status, jabatan, bidang kerja dan lain-lain.

3. Konflik antar individu dan kelompok
seringkali berhubungan dengan cara individumenghadapi tekanan-tekanan untuk mencapai konformitas, yang ditekankan kepada mereka oleh kelompok kerja mereka.

4. Konflik antar kelompok dalam organisasi yang sama
Konflik ini merupakan tipe konflik yang banyak terjadi di dalam organisasiorganisasi.Konflik antar lini dan staf, pekerja dan pekerja.

5. Konflik antar organisasi
konflik ini biasanya disebut dengan persaingan.


Sumber Konflik
  • Perbedaan individu, yang meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Setiap manusia adalah individu yang unik. Artinya, setiap orang memiliki pendirian dan perasaan yang berbeda-beda satu dengan lainnya. Perbedaan pendirian dan perasaan akan sesuatu hal atau lingkungan yang nyata ini dapat menjadi faktor penyebab konflik sosial, sebab dalam menjalani hubungan sosial, seseorang tidak selalu sejalan dengan kelompoknya. Misalnya, ketika berlangsung pentas musik di lingkungan pemukiman, tentu perasaan setiap warganya akan berbeda-beda. Ada yang merasa terganggu karena berisik, tetapi ada pula yang merasa terhibur.
  • Perbedaan latar belakang kebudayaan sehingga membentuk pribadi-pribadi yang berbeda.
Seseorang sedikit banyak akan terpengaruh dengan pola-pola pemikiran dan pendirian kelompoknya. Pemikiran dan pendirian yang berbeda itu pada akhirnya akan menghasilkan perbedaan individu yang dapat memicu konflik.
  • Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok.
Manusia memiliki perasaan, pendirian maupun latar belakang kebudayaan yang berbeda. Oleh sebab itu, dalam waktu yang bersamaan, masing-masing orang atau kelompok memiliki kepentingan yang berbeda-beda. Kadang-kadang orang dapat melakukan hal yang sama, tetapi untuk tujuan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, misalnya perbedaan kepentingan dalam hal pemanfaatan hutan. Para tokoh masyarakat menanggap hutan sebagai kekayaan budaya yang menjadi bagian dari kebudayaan mereka sehingga harus dijaga dan tidak boleh ditebang. Para petani menbang pohon-pohon karena dianggap sebagai penghalang bagi mereka untuk membuat kebun atau ladang. Bagi para pengusaha kayu, pohon-pohon ditebang dan kemudian kayunya diekspor guna mendapatkan uang dan membuka pekerjaan. Sedangkan bagi pecinta lingkungan, hutan adalah bagian dari lingkungan sehingga harus dilestarikan. Di sini jelas terlihat ada perbedaan kepentingan antara satu kelompok dengan kelompok lainnya sehingga akan mendatangkan konflik sosial di masyarakat. Konflik akibat perbedaan kepentingan ini dapat pula menyangkut bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Begitu pula dapat terjadi antar kelompok atau antara kelompok dengan individu, misalnya konflik antara kelompok buruh dengan pengusaha yang terjadi karena perbedaan kepentingan di antara keduanya. Para buruh menginginkan upah yang memadai, sedangkan pengusaha menginginkan pendapatan yang besar untuk dinikmati sendiri dan memperbesar bidang serta volume usaha mereka.
  • Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam masyarakat.
Perubahan adalah sesuatu yang lazim dan wajar terjadi, tetapi jika perubahan itu berlangsung cepat atau bahkan mendadak, perubahan tersebut dapat memicu terjadinya konflik sosial. Misalnya, pada masyarakat pedesaan yang mengalami proses industrialisasi yang mendadak akan memunculkan konflik sosial sebab nilai-nilai lama pada masyarakat tradisional yang biasanya bercorak pertanian secara cepat berubah menjadi nilai-nilai masyarakat industri. Nilai-nilai yang berubah itu seperti nilai kegotongroyongan berganti menjadi nilai kontrak kerja dengan upah yang disesuaikan menurut jenis pekerjaannya. Hubungan kekerabatan bergeser menjadi hubungan struktural yang disusun dalam organisasi formal perusahaan. Nilai-nilai kebersamaan berubah menjadi individualis dan nilai-nilai tentang pemanfaatan waktu yang cenderung tidak ketat berubah menjadi pembagian waktu yang tegas seperti jadwal kerja dan istirahat dalam dunia industri. Perubahan-perubahan ini, jika terjadi seara cepat atau mendadak, akan membuat kegoncangan proses-proses sosial di masyarakat, bahkan akan terjadi upaya penolakan terhadap semua bentuk perubahan karena dianggap mengacaukan tatanan kehiodupan masyarakat yang telah ada.
MOTIVASI
Motivasi adalah proses yang menjelaskan intensitas, arah, dan ketekunan seorang individu untuk mencapai tujuannya.
TEORI MOTIVASI

A. TEORI MOTIVASI ABRAHAM MASLOW (1943-1970)

Abraham Maslow (1943;1970) mengemukakan bahwa pada dasarnya semua manusia memiliki kebutuhan pokok. Ia menunjukkannya dalam 5 tingkatan yang berbentuk piramid, orang memulai dorongan dari tingkatan terbawah. Lima tingkat kebutuhan itu dikenal dengan sebutan Hirarki Kebutuhan Maslow, dimulai dari kebutuhan biologis dasar sampai motif psikologis yang lebih kompleks; yang hanya akan penting setelah kebutuhan dasar terpenuhi. Kebutuhan pada suatu peringkat paling tidak harus terpenuhi sebagian sebelum kebutuhan pada peringkat berikutnya menjadi penentu tindakan yang penting.

• Kutuhan fisiologis (rasa lapar, rasa haus, dan sebagainya)
• Kebutuhan rasa aman (merasa aman dan terlindung, jauh dari bahaya)
• Kebutuhan akan rasa cinta dan rasa memiliki (berafiliasi dengan orang lain, diterima, memiliki)
• Kebutuhan akan penghargaan (berprestasi, berkompetensi, dan mendapatkan dukungan serta pengakuan)
• Kebutuhan aktualisasi diri (kebutuhan kognitif: mengetahui, memahami, dan menjelajahi; kebutuhan estetik: keserasian, keteraturan, dan keindahan; kebutuhan aktualisasi diri: mendapatkan kepuasan diri dan menyadari potensinya)
Bila makanan dan rasa aman sulit diperoleh, pemenuhan kebutuhan tersebut akan mendominasi tindakan seseorang dan motif-motif yang lebih tinggi akan menjadi kurang signifikan. Orang hanya akan mempunyai waktu dan energi untuk menekuni minat estetika dan intelektual, jika kebutuhan dasarnya sudah dapat dipenuhi dengan mudah. Karya seni dan karya ilmiah tidak akan tumbuh subur dalam masyarakat yang anggotanya masih harus bersusah payah mencari makan, perlindungan, dan rasa aman.

B. TEORI MOTIVASI HERZBERG (1966)

Menurut Herzberg (1966), ada dua jenis faktor yang mendorong seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan dan menjauhkan diri dari ketidakpuasan. Dua faktor itu disebutnya faktorhigiene (faktor ekstrinsik) dan faktor motivator (faktor intrinsik). Faktor higiene memotivasi seseorang untuk keluar dari ketidakpuasan, termasuk didalamnya adalah hubungan antar manusia, imbalan, kondisi lingkungan, dan sebagainya (faktor ekstrinsik), sedangkan faktor motivator memotivasi seseorang untuk berusaha mencapai kepuasan, yang termasuk didalamnya adalah achievement, pengakuan, kemajuan tingkat kehidupan, dsb (faktor intrinsik).

C. TEORI MOTIVASI DOUGLAS McGREGOR

Mengemukakan dua pandangan manusia yaitu teori X (negative) dan teori y (positif), Menurut teori x empat pengandaian yag dipegang manajer
a.       karyawan secara inheren tertanam dalam dirinya tidak menyukai kerja
b.      karyawan tidak menyukai kerja mereka harus diawasi atau diancam dengan hukuman untuk mencapai tujuan.
c.       Karyawan akan menghindari tanggung jawab.
d.      Kebanyakan karyawan menaruh keamanan diatas semua factor yang dikaitkan dengan kerja.

Kontras dengan pandangan negative ini mengenai kodrat manusia ada empat teori Y :
  • karyawan dapat memandang kerjasama dengan sewajarnya seperti istirahat dan bermain.
  • Orang akan menjalankan pengarahan diri dan pengawasan diri jika mereka komit pada sasaran.
  • Rata rata orang akan menerima tanggung jawab.
  • Kemampuan untuk mengambil keputusan inovatif. 
 PENGARUH , KEKUASAAN & WEWENANG

pengaruh adalah daya yang ada atau timbul dari sesuatu (orang atau benda) yang ikut membentuk watak, kepercayaan, atau perbuatan seseorang.

Kekuasaan diartikan sebagai suatu kemampuan yang dimiliki seseorang untuk mempengaruhi pihak lain menurut kehendak yang diinginkan pada kekuasaan yang dipegangnya. Kekuasaan merupakan hubungan antara pihak yang dapat mempengaruhi pihak lain (pemimpin) dengan pihak yang menerima pengaruhnya (pengikut).

Wewenang adalah kekuasaan yang ada pada seseorang atau sekelompok orang, yang mempunyai dukungan dan pengakuan dari masyarakat dalam memperoleh hak – haknya. Wewenang akan berhasil apabila dibarengi dengan kekuasaan yang nyata.


SUMBER : 
http://myblog-rico.blogspot.com/2012/03/perbedaan-kekuasaan-dan-wewenang.html


 
Copyright © 2010 pengetahuan | Design : Noyod.Com | Images : Red_Priest_Usada, flashouille